Mengapa Khitan Harus Ditangani Tenaga Kesehatan Kompeten
Khitan atau sunat adalah momen yang dinanti banyak keluarga Muslim di Indonesia. Ada rasa bangga, doa, dan syukur ketika seorang anak berhasil melewati tahap ini. Namun di balik suasana bahagia itu, khitan sesungguhnya adalah tindakan medis yang menyayat jaringan tubuh. Karena itulah, ia tidak boleh ditangani sembarangan.
Banyak keluarga memilih layanan khitan berdasarkan harga murah atau kedekatan lokasi, tanpa menimbang kompetensi penangan. Padahal keputusan ini menyangkut keselamatan anak, baik untuk hari itu maupun untuk kesehatan reproduksinya di masa depan. Melalui gerakan #AksiNyata, AMS Humanity ingin mengingatkan bahwa khitan yang aman adalah bagian dari tanggung jawab kemanusiaan dan dakwah yang penuh kasih.
Khitan: Ibadah Mulia Sekaligus Prosedur Medis
Dalam ajaran Islam, khitan termasuk bagian dari fitrah dan syiar yang dianjurkan. Namun secara medis, khitan dikenal sebagai sirkumsisi, yaitu tindakan bedah minor untuk memotong kulit prepusium yang menutupi ujung kemaluan laki-laki.
Pada area tersebut terdapat banyak pembuluh darah kecil, ujung saraf, dan jaringan halus. Artinya, sekecil apa pun luka yang dibuat, tetap ada risiko perdarahan, infeksi, dan komplikasi lain bila tidak dikerjakan dengan prosedur yang benar.
Prinsip syariah sendiri sangat menekankan larangan mencelakai diri. Tidak ada ibadah yang sah bila dijalankan dengan cara yang membahayakan nyawa atau kesehatan. Inilah alasan paling mendasar mengapa khitan wajib ditangani tenaga kesehatan kompeten.
Risiko Serius Jika Khitan Ditangani Tanpa Kompetensi Medis
Sayangnya, masih ada praktik khitan yang dilakukan oleh orang tanpa latar belakang medis, dengan alat seadanya, dan tanpa pemantauan pasca tindakan. Risiko yang bisa muncul antara lain:
- Perdarahan berkepanjangan yang sulit dihentikan karena tidak ada kemampuan menjahit atau menangani pembuluh darah.
- Infeksi berat akibat alat tidak steril atau perawatan luka yang salah, bahkan bisa berujung pada sepsis.
- Kerusakan jaringan pada glans atau uretra yang berdampak permanen pada fungsi berkemih.
- Penyempitan saluran kemih (meatal stenosis) yang membuat anak kesakitan setiap buang air kecil.
- Penularan penyakit seperti hepatitis B dan HIV bila alat dipakai berulang tanpa sterilisasi.
- Reaksi anestesi yang tidak terdeteksi karena tidak ada pemeriksaan pra tindakan.
- Trauma psikologis pada anak karena nyeri hebat dan penanganan yang kasar.
Semua risiko ini sebenarnya bisa dicegah. Kuncinya sederhana: serahkan khitan kepada tenaga kesehatan yang berkompeten dan berpengalaman.
Ciri Tenaga Kesehatan yang Kompeten untuk Khitan
Agar tidak salah pilih, orang tua perlu mengetahui standar minimal yang harus dimiliki oleh penolong khitan. Berikut indikatornya:
- Memiliki izin praktik dan latar belakang medis, seperti dokter umum terlatih, dokter bedah, dokter spesialis anak, atau perawat terlatih di bawah supervisi dokter.
- Menguasai teknik sirkumsisi serta mampu menangani komplikasi seperti perdarahan dan luka yang tidak menyatu.
- Menjalankan standar sterilisasi, termasuk penggunaan alat sekali pakai dan sarung tangan steril.
- Melakukan pemeriksaan awal untuk memastikan anak tidak memiliki gangguan pembekuan darah atau kondisi khusus.
- Memberikan penjelasan dan persetujuan tindakan kepada orang tua sebelum prosedur dilakukan.
- Menyediakan jadwal kontrol dan edukasi perawatan luka pasca khitan.
- Bekerja di fasilitas yang memadai dengan ruang tindakan bersih dan peralatan pendukung keselamatan.
Jika sebuah layanan khitan tidak mampu menunjukkan poin-poin di atas, sebaiknya orang tua berpikir ulang sebelum mempercayakan anak mereka.
Standar Keamanan yang Wajib Ada dalam Layanan Khitan
1. Sterilisasi Alat dan Ruangan
Alat yang bersentuhan dengan luka harus steril dan idealnya sekali pakai. Ruangan tindakan sebaiknya terpisah dari area tunggu dan memiliki pencahayaan yang cukup agar penolong dapat bekerja presisi.
2. Manajemen Nyeri dan Anestesi
Khitan sebaiknya dilakukan dengan anestesi lokal atau teknik yang sesuai usia anak. Tujuannya bukan hanya menghilangkan rasa sakit, tetapi juga mencegah anak mengalami ketakutan berlebihan terhadap tindakan medis di kemudian hari.
3. Pemantauan Pasca Tindakan
Setelah khitan, anak perlu dipantau minimal beberapa jam untuk memastikan tidak ada perdarahan. Orang tua juga harus mendapat panduan jelas soal cara membersihkan luka, tanda bahaya, dan kapan harus segera kembali ke fasilitas kesehatan.
Peran Orang Tua: Jangan Hanya Menimbang Biaya
Biaya memang penting, terutama bagi keluarga prasejahtera. Namun menekan biaya dengan mengorbankan standar medis adalah keputusan yang sangat berisiko. Ada baiknya orang tua mempertimbangkan beberapa hal berikut:
- Tanyakan siapa yang akan menangani dan apa latar belakang pendidikannya.
- Pastikan alat yang digunakan steril dan tidak dipakai berulang.
- Cek apakah tersedia layanan kontrol atau hotline bila terjadi keluhan.
- Persiapkan kebutuhan pasca khitan: obat, pakaian longgar, dan makanan bergizi.
- Pilih waktu yang tepat, misalnya saat anak dalam kondisi sehat dan tidak sedang demam.
Keluarga yang cermat akan menghasilkan anak yang sembuh lebih cepat dan lebih tenang melewati proses ini.
Khitan Massal Gratis Tetap Harus Mengedepankan Standar Medis
Di sinilah peran lembaga sosial seperti Yayasan Ayo Masuk Surga (AMS) — AMS Action for Humanity menjadi penting. Melalui program khitan massal bagi anak yatim dan dhuafa, AMS memastikan bahwa layanan gratis tidak berarti layanan seadanya.
Setiap kegiatan khitan massal AMS melibatkan dokter dan tenaga kesehatan berlisensi, menggunakan alat steril, melakukan skrining kesehatan awal, serta mendampingi keluarga dalam perawatan pasca khitan. Pendekatan ini sejalan dengan semangat #AksiNyata: memberi manfaat yang aman, bermakna, dan bermartabat bagi penerima manfaat.
Program ini dapat berjalan berkat dukungan zakat, infak, sedekah, dan wakaf dari masyarakat. Setiap donasi membantu penyediaan alat medis sekali pakai, obat-obatan, konsumsi anak, hingga transportasi tenaga kesehatan ke daerah terpencil.
Kesimpulan: Khitan Aman, Ibadah Tenang, Anak Sehat
Khitan adalah bagian dari syiar Islam yang indah, dan sudah seharusnya dijalankan dengan cara yang menjaga keselamatan anak. Kompetensi tenaga kesehatan bukan pelengkap, melainkan syarat utama agar proses ini berjalan lancar tanpa komplikasi.
Mari menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Anda bisa menyalurkan zakat, infak, sedekah, atau wakaf melalui AMS Humanity, mendaftarkan diri sebagai relawan, atau menjadi penghubung bagi anak-anak dhuafa yang membutuhkan layanan khitan aman dan gratis. Satu langkah kecil Anda hari ini bisa menjadi senyum bahagia dan masa depan yang lebih sehat bagi seorang anak.
Ayo masuk surga dengan aksi nyata. Bergabunglah bersama Yayasan Ayo Masuk Surga — AMS Action for Humanity sekarang.
0 komentar